 |
Upaya Kemanusian ke Myanmar
May 12, 2008
Bencana topan Nargis yang melanda Myanmar minggu lalu, masih menyisakan penderitaan mendalam bagi para korban yang selamat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan saat ini sekitar satu juta orang kehilangan rumah tinggal dan hidup tanpa persediaan makanan dan air bersih. Jika bantuan kemanusiaan tidak segera mereka terima, maka diperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah karena kelaparan atau pun terserang penyakit.
Kondisi ini membuat banyak negara, termasuk negara-negara ASEAN bergerak cepat. Sejumlah LSM di Singapura pun tidak tinggal diam. Mereka menggalang bantuan untuk dikirimkan ke Myanmar.
Kepala Divisi Internasional dari Lembaga Palang Merah Singapura, Lim Theam Poh menjelaskan, saat ini lembaganya sedang mengirimkan proposal ke Komisi Amal untuk menggalang dana bagi Myanmar.
"Singapore Red Cross will be applying for a license from the Commission of Charities to raise funds, to launch a public appeal. The 2nd thing we are doing is that we intend to send a medical team to Myanmar. So the team we are sending will probably be a general health team, that provide treatment for cough, fever, diarrhea, because of the water-borne diseases."
Lim Theam Poh mengatakan, Palang Merah Singapura akan membuka doompet amal bagi masyarakat. Siapa pun yang tergerak memberikan bantuan ke Myanmar, bisa menyalurkannya melalui Lembaga Palang Merah Singapura.
Selain itu, Palang Merah Singapura juga berencana mengirim tim medis ke Myanmar. Tim ini akan memberikan bantuan kesehatan secara umum, untuk menolong dan merawat para korban yang selamat. Biasanya, para korban selamat terserang penyakit seperti gangguan pernafasan, batuk, demam dan diare, atau penyakit-penyakit lain yang biasanya ditularkan melalui air yang kotor.
Selain Palang Merah Singapura, LSM Kemanusiaan Mercy Relief Singapura pun sudah menyiapkan tim nya untuk diberangkatkan ke Myanmar.
Sebuah tim medis yang terdiri dari dua orang dokter, empat perawat dan dua petugas Mercy Relief telah dibentuk, sementara sementara bantuan kemanusiaan senilai 60 ribu dollar Singapura sudah siap untuk dikirim.
Pimpinan Eksekutif Mercy Relief Hassan Ahmad mengatakan, bantuan ini terdiri dari tenda-tenda darurat, obat-obatan dan alat memasak.
"We'd also be sending relief supplies comprising of tents, medical supplies, which include pediatric medicine, water purification tablets, and household kits which include utensils and also solid fuels. And this is very important because this would allow the survivors to cook and feed themselves with the food supplies that have been given to them."
Hassan Ahmad mengatakan, obat-obatan yang dikirim termasuk tablet pemurni air, perlengkapan memasak dan bensin padat. Peralatan memasak ini diperlukan, agar para korban bisa memasak bantuan makanan yang diberikan –yang biasanya berupa beras atau makanan kaleng.
+++++++++++
Saudara, meskipun bantuan kemanusiaan telah mengalir ke Myanmar namun persoalan distribusi bantuan ke wilayah yang rusak parah akibat topan Nargis, merupakan kendala besar yang dihadapi saat ini.
Seperti kita tahu, wilayah yang terkena topan Nargis bukan hanya ibukota Yangon. Sebagian besar wilayah di kawasan Delta juta ikut porak-poranda akibat topan ini. Hambatannya sekarang, adalah akses masuk ke wilayah tersebut, cukup sulit.
Hal ini dikatakan Elaine Tan, Direktur Komunikasi LSM WorldVision Singapore.
"As it is we know that it's not just the Yangon capital region that has been devastated by the Cyclone. Much of the Delta region in the flatlands are also impacted. So the difficulty is trying to get to these areas, the Delta regional areas, assess the damage and then to distribute relief over in those regions. Telecommunications is totally down, the roads are heavily blocked by fallen trees, and transportation is just not not accessible right now."
Elaine Tan mengatakan, sarana telekomunikasi saat ini putus total, dan transportasi pun tidak berjalan, karena banyak ruas jalan tertutup oleh pepohonan yang tumbang. Itulah yang menyebabkan bantuan ke korban yang selamat sulit disalurkan.
Elaine Tan menambahkan, bantuan medis perlu secepatnya didistribusikan karena saat ini banyak dari korban selamat yang sudah mulai terserang penyakit. Jika hal ini tidak segera ditanggulangi, penularan dan penyebaran penyakit akan cepat sekali terjadi.
Topan Nargis adalah topan terparah yang melanda Asia sejak 1991. Topan ini melanda wilayah Myanmar bagian selatan pada 3 Mei lalu, dan memporakporandakan 5 daerah di kawasan tersebut, termasuk ibukota Yangon.
Berita terakhir yang disiarkan media setempat menyebutkan, jumlah korban baik yang tewas maupun yang hingga kini masih hilang, mencapai lebih dari 62 ribu orang. Namun banyak pihak memperkirakan jumlah ini bisa bertambah hingga 100 ribu orang. [fika : efika @ mediacorp.com .sg]
|
 |